Jami at-Tirmidzi — Hadis #26878

Hadis #26878
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ، حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ حَسَّانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَنْ ذَرَعَهُ الْقَىْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَمَنِ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ وَثَوْبَانَ وَفَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ هِشَامٍ عَنِ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِلاَّ مِنْ حَدِيثِ عِيسَى بْنِ يُونُسَ ‏.‏ وَقَالَ مُحَمَّدٌ لاَ أَرَاهُ مَحْفُوظًا ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَلاَ يَصِحُّ إِسْنَادُهُ ‏.‏ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ وَثَوْبَانَ وَفَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَاءَ فَأَفْطَرَ ‏.‏ وَإِنَّمَا مَعْنَى هَذَا أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ صَائِمًا مُتَطَوِّعًا فَقَاءَ فَضَعُفَ فَأَفْطَرَ لِذَلِكَ ‏.‏ هَكَذَا رُوِيَ فِي بَعْضِ الْحَدِيثِ مُفَسَّرًا ‏.‏ وَالْعَمَلُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ عَلَى حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ الصَّائِمَ إِذَا ذَرَعَهُ الْقَىْءُ فَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ وَإِذَا اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ ‏.‏ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ ‏.‏
Ali bin Hajar menceritakan kepada kami, Issa bin Yunus menceritakan kepada kami, atas wewenang Hisyam bin Hassan, atas wewenang Muhammad bin Sirin, atas wewenang Abu Hurairah, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang muntah-muntah, maka ia tidak wajib menggantinya, tetapi siapa yang muntah dengan sengaja, maka ia harus menggantinya.” Katanya, dan dalam bab tentang kekuasaan Abu al-Darda' Dan Thuban dan Fadalah bin Ubaid. Abu Issa berkata: Hadits Abu Hurairah adalah hadits yang bagus dan aneh yang tidak kita ketahui dari hadits Hisyam dari Ibnu Sirin. Atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Rasulullah SAW, kecuali hadits Isa bin Yunus. Muhammad berkata, “Saya tidak melihatnya sebagai sesuatu yang terpelihara.” Abu Isa berkata: Hadits ini diriwayatkan dari lebih dari satu sumber, atas wewenang Abu Hurairah, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, dan rangkaian narasinya tidak shahih. Diriwayatkan dari Abu al-Darda’. Dan Thawban dan Fadalah bin Ubaid berkata bahwa Nabi Muhammad SAW muntah dan membatalkan puasanya. Artinya Nabi Muhammad SAW sedang berpuasa. Dengan sukarela, dia berdiri dan menjadi lemah, sehingga dia membatalkan puasanya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam beberapa hadis beserta penjelasannya. Dan menurut para ahli ilmu, amalan tersebut berdasarkan hadis Abu Huraira, dari hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam, bahwa jika orang yang berpuasa terkena muntah-muntah, maka ia tidak perlu mengqadha, namun jika ia muntah dengan sengaja, maka ia wajib mengqadha. Dan dengan itu dia berkata: Sufyan Al-Thawri, Al-Syafi'i, Ahmad, dan Ishaq.
Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 8/720
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 8: Puasa
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait