Jami at-Tirmidzi — Hadis #27278
Hadis #27278
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي قَيْسٍ، عَنْ هُزَيْلِ بْنِ شُرَحْبِيلَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم الْمُحِلَّ وَالْمُحَلَّلَ لَهُ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَأَبُو قَيْسٍ الأَوْدِيُّ اسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَرْوَانَ . وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْهُمْ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ وَغَيْرُهُمْ وَهُوَ قَوْلُ الْفُقَهَاءِ مِنَ التَّابِعِينَ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ . قَالَ وَسَمِعْتُ الْجَارُودَ بْنَ مُعَاذٍ يَذْكُرُ عَنْ وَكِيعٍ أَنَّهُ قَالَ بِهَذَا وَقَالَ يَنْبَغِي أَنْ يُرْمَى بِهَذَا الْبَابِ مِنْ قَوْلِ أَصْحَابِ الرَّأْىِ . قَالَ جَارُودٌ قَالَ وَكِيعٌ وَقَالَ سُفْيَانُ إِذَا تَزَوَّجَ الرَّجُلُ الْمَرْأَةَ لِيُحَلِّلَهَا ثُمَّ بَدَا لَهُ أَنْ يُمْسِكَهَا فَلاَ يَحِلُّ لَهُ أَنْ يُمْسِكَهَا حَتَّى يَتَزَوَّجَهَا بِنِكَاحٍ جَدِيدٍ .
Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, Abu Ahmad Al-Zubayri meriwayatkan kepada kami, Sufyan meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Abu Qays, atas wewenang Huzayl bin Shurahbil, atas wewenang Abd Allah ibn Masoud mengatakan bahwa Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang mengbolehkan dan orang yang membolehkannya. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan Abu Nama Qais Al-Awdi adalah Abd al-Rahman bin Tharwan. Hadits ini diriwayatkan atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dalam lebih dari satu cara. Hal ini harus ditindaklanjuti. Hadits menurut para ulama di kalangan sahabat Rasulullah SAW, antara lain Umar bin Al-Khattab, Utsman bin Affan, dan Abdullah Ibnu Omar dan lain-lain, dan inilah pendapat para ahli hukum di kalangan para Penerus, dan inilah yang dikatakan oleh Sufyan Al-Thawri, Ibnu Al-Mubarak, Al-Syafi’i, Ahmad dan Ishaq. Beliau berkata, “Saya mendengar Al-Jaroud bin Muadh menyebutkan dari wewenang Waki’ bahwa dia mengatakan hal ini, dan dia mengatakan bahwa surat ini harus dibuang, sesuai dengan perkataan para sahabat. Ar-Ra’: Jarud berkata, Waki’ berkata, dan Sufyan berkata: Jika seorang laki-laki mengawini seorang wanita agar wanita itu dibolehkan, dan kemudian dia merasa bahwa dia harus menjaganya, maka tidak boleh Dia memelihara wanita itu sampai dia mengawininya lagi.
Diriwayatkan oleh
Abdullah Bin Mas'ud
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 11/1120
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 11: Pernikahan