Jami at-Tirmidzi — Hadis #27303

Hadis #27303
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ رَجُلٍ، تَزَوَّجَ امْرَأَةً وَلَمْ يَفْرِضْ لَهَا صَدَاقًا وَلَمْ يَدْخُلْ بِهَا حَتَّى مَاتَ ‏.‏ فَقَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ لَهَا مِثْلُ صَدَاقِ نِسَائِهَا لاَ وَكْسَ وَلاَ شَطَطَ وَعَلَيْهَا الْعِدَّةُ وَلَهَا الْمِيرَاثُ ‏.‏ فَقَامَ مَعْقِلُ بْنُ سِنَانٍ الأَشْجَعِيُّ فَقَالَ قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي بِرْوَعَ بِنْتِ وَاشِقٍ امْرَأَةٍ مِنَّا مِثْلَ الَّذِي قَضَيْتَ ‏.‏ فَفَرِحَ بِهَا ابْنُ مَسْعُودٍ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ الْجَرَّاحِ ‏.‏ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلاَّلُ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ، وَعَبْدُ الرَّزَّاقِ، كِلاَهُمَا عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ مَنْصُورٍ، نَحْوَهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ مَسْعُودٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ عَنْهُ، مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ وَبِهِ يَقُولُ الثَّوْرِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مِنْهُمْ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ وَزَيْدُ بْنُ ثَابِتٍ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَابْنُ عُمَرَ إِذَا تَزَوَّجَ الرَّجُلُ الْمَرْأَةَ وَلَمْ يَدْخُلْ بِهَا وَلَمْ يَفْرِضْ لَهَا صَدَاقًا حَتَّى مَاتَ قَالُوا لَهَا الْمِيرَاثُ وَلاَ صَدَاقَ لَهَا وَعَلَيْهَا الْعِدَّةُ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ قَالَ لَوْ ثَبَتَ حَدِيثُ بِرْوَعَ بِنْتِ وَاشِقٍ لَكَانَتِ الْحُجَّةُ فِيمَا رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَرُوِيَ عَنِ الشَّافِعِيِّ أَنَّهُ رَجَعَ بِمِصْرَ بَعْدُ عَنْ هَذَا الْقَوْلِ وَقَالَ بِحَدِيثِ بِرْوَعَ بِنْتِ وَاشِقٍ ‏.‏
Mahmoud bin Ghaylan meriwayatkan kepada kami, Zaid bin Al-Hubab meriwayatkan kepada kami, Sufyan meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Mansour, atas wewenang Ibrahim, atas wewenang Alqamah, atas wewenang Ibnu Masoud, Dia ditanya tentang seorang laki-laki yang mengawini seorang wanita dan tidak mengenakan mahar padanya, dan dia tidak melakukan hubungan intim dengannya sampai dia meninggal. Ibnu Masoud berkata kepadanya, itu seperti mahar. Istri-istrinya bebas dari persetubuhan dan kelalaian, ia wajib menyelesaikan masa tunggunya, dan ia berhak atas warisan. Kemudian Ma’qil bin Sinan Al-Ashja’i berdiri dan berkata, “Rasulullah SAW telah memutuskan hal tersebut.” Barwa' binti Washiq, wanita di antara kami, seperti yang kamu hakimi. Jadi Ibnu Masoud senang dengannya. Dia berkata, dan di bab tentang luka. Beritahu kami. Al-Hasan bin Ali Al-Khallal, Yazid bin Harun dan Abd al-Razzaq menceritakan kepada kami, keduanya atas wewenang Sufyan, atas wewenang Mansour, dan sejenisnya. kata Abu Issa. Hadits Ibnu Masoud adalah hadis yang hasan dan shahih, dan diriwayatkan berdasarkan otoritasnya, melalui lebih dari satu sumber. Hal ini di amalkan menurut sebagian ulama di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW, dan yang lain mengucapkannya, dan Al-Thawri, Ahmad, dan Ishaq mengatakannya. Beberapa orang yang berilmu di kalangan sahabat Nabi Muhammad SAW, mengatakan, di antaranya adalah Ali bin Abu Thalib, Zaid bin Tsabit, Ibnu Abbas, dan Ibnu Omar: Jika seorang laki-laki mengawini seorang wanita dan tidak menyetubuhinya, maka dia juga tidak. Dia mengenakan mahar padanya sampai dia meninggal. Mereka berkata, “Warisan itu miliknya, tetapi tidak ada mahar untuknya, dan dia harus menunggu masa tunggu.” Demikian pendapat Syafi’i. Beliau bersabda, “Jika hadits tersebut terbukti, Barwa’ binti Washiq pastilah menjadi dalil atas apa yang diriwayatkan atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Diriwayatkan atas wewenang al-Syafi’i bahwa ia kembali ke Mesir setelah ini. Katanya sesuai hadits Barwa binti Washiq.
Diriwayatkan oleh
Alqamah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 11/1145
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 11: Pernikahan
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait