Jami at-Tirmidzi — Hadis #27334

Hadis #27334
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، مَوْلَى آلِ طَلْحَةَ عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ فِي الْحَيْضِ فَسَأَلَ عُمَرُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏ "‏ مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا ثُمَّ لْيُطَلِّقْهَا طَاهِرًا أَوْ حَامِلاً ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ يُونُسَ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَكَذَلِكَ حَدِيثُ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ أَنَّ طَلاَقَ السُّنَّةِ أَنْ يُطَلِّقَهَا طَاهِرًا مِنْ غَيْرِ جِمَاعٍ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِنْ طَلَّقَهَا ثَلاَثًا وَهِيَ طَاهِرٌ فَإِنَّهُ يَكُونُ لِلسُّنَّةِ أَيْضًا ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لاَ تَكُونُ ثَلاَثًا لِلسُّنَّةِ إِلاَّ أَنْ يُطَلِّقَهَا وَاحِدَةً وَاحِدَةً ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ وَقَالُوا فِي طَلاَقِ الْحَامِلِ يُطَلِّقُهَا مَتَى شَاءَ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ يُطَلِّقُهَا عِنْدَ كُلِّ شَهْرٍ تَطْلِيقَةً ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Waki’ meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Muhammad bin Abd al-Rahman, klien keluarga Thalhah, atas wewenang Salem, atas wewenang ayahnya, bahwa ia menceraikan isterinya yang sedang haid, maka Umar bertanya kepada Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan dia berkata, “Suruh dia mengambilnya kembali dan kemudian menceraikannya apakah dia suci atau hamil.” kata Abu. Isa Hadits Yunus bin Jubayr dari Ibnu Umar adalah hadis yang hasan dan shahih, begitu pula hadis Salem dari Ibnu Umar, dan hadis ini diriwayatkan dari orang lain. Atas otoritas Ibnu Umar, atas otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian. Hal ini dilakukan menurut para ahli ilmu di kalangan para sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan lain-lain. Talak yang sunnah adalah ia menceraikan istrinya dalam keadaan suci tanpa melakukan hubungan intim. Ada pula yang mengatakan, jika dia menceraikannya tiga kali dalam keadaan masih suci, maka hal itu juga sesuai sunnah. Demikian pendapat Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal. Sebagian dari mereka berkata: Tidak boleh tiga kali menurut sunnah kecuali dia menceraikannya satu per satu. Demikian pendapat Sufyan al-Thawri dan Ishaq. Mereka mengatakan tentang menceraikan wanita hamil, dia bisa menceraikannya kapan pun dia mau. Demikian pendapat Syafi’i dan Ahmad. Dan Ishaq. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa dia menceraikannya setiap bulan sekali.
Diriwayatkan oleh
Salim (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 13/1176
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 13: Talak dan Li'an
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait