Jami at-Tirmidzi — Hadis #27402
Hadis #27402
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ " مَنِ ابْتَاعَ نَخْلاً بَعْدَ أَنْ تُؤَبَّرَ فَثَمَرَتُهَا لِلَّذِي بَاعَهَا إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ وَمَنِ ابْتَاعَ عَبْدًا وَلَهُ مَالٌ فَمَالُهُ لِلَّذِي بَاعَهُ إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ جَابِرٍ . وَحَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . هَكَذَا رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ " مَنِ ابْتَاعَ نَخْلاً بَعْدَ أَنْ تُؤَبَّرَ فَثَمَرَتُهَا لِلْبَائِعِ إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ وَمَنْ بَاعَ عَبْدًا وَلَهُ مَالٌ فَمَالُهُ لِلْبَائِعِ إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ " . وَقَدْ رُوِيَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " مَنِ ابْتَاعَ نَخْلاً قَدْ أُبِّرَتْ فَثَمَرَتُهَا لِلْبَائِعِ إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ " . وَقَدْ رُوِيَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ بَاعَ عَبْدًا وَلَهُ مَالٌ فَمَالُهُ لِلْبَائِعِ إِلاَّ أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ . هَكَذَا رَوَى عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ وَغَيْرُهُ عَنْ نَافِعٍ الْحَدِيثَيْنِ . وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَيْضًا . وَرَوَى عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَ حَدِيثِ سَالِمٍ . وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا الْحَدِيثِ عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ . قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدِيثُ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَصَحُّ مَا جَاءَ فِي هَذَا الْبَابِ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Al-Layth meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Salim, atas wewenang ayahnya, dia berkata, Aku mendengar Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, bersabda, “Barangsiapa membeli… Pohon kurma setelah ditanam, maka buahnya menjadi milik orang yang menjualnya, kecuali pembelinya menghendaki. Kecuali pembeli menentukan.” Katanya, dan di bab tentang kekuasaan Jabir. Dan hadits Ibnu Umar adalah hadits yang baik dan shahih. Demikianlah diriwayatkan dari orang lain. Atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Salem, atas wewenang Ibnu Umar, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa membeli pohon kurma setelah diserbuki, maka buahnya menjadi milik penjualnya.” “Kecuali pembeli menentukan, dan siapa yang menjual budak dan mempunyai uang, maka uangnya menjadi milik penjual, kecuali pembeli menentukan.” Diriwayatkan dari Nafi’ Atas wewenang Ibnu Umar, atas wewenang Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Barangsiapa membeli pohon kurma yang sudah diserbuki, maka buahnya menjadi milik penjualnya, kecuali pembelinya menghendakinya.” Diriwayatkan dari riwayat Nafi’, dari riwayat Ibnu Umar, dan dari riwayat Umar, bahwa beliau bersabda: Barangsiapa menjual seorang hamba dan mempunyai uang, maka uangnya menjadi milik penjual kecuali pembelinya menghendaki. Oleh karena itu, Ubayd Allah ibn Umar dan yang lainnya meriwayatkan kedua hadis tersebut berdasarkan otoritas Nafi'. Ada diantara mereka yang meriwayatkan hadits ini berdasarkan otoritas Nafi’, berdasarkan otoritas Ibnu Umar, berdasarkan otoritas Nabi Muhammad SAW juga. Ikrimah bin Khalid meriwayatkan atas wewenang Ibnu Omar, atas wewenang Nabi Muhammad SAW, serupa dengan hadis yang shahih. Dan bertindak berdasarkan hadits ini Menurut sebagian ulama, ini adalah pendapat Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Muhammad bin Ismail mengatakan hadits Al-Zuhri pada otoritas Salem, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, adalah yang paling benar dari apa yang diriwayatkan di bagian ini.
Diriwayatkan oleh
Salim (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 14/1244
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 14: Jual Beli