Jami at-Tirmidzi — Hadis #27519

Hadis #27519
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَزِيرٍ الْوَاسِطِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ الأَزْرَقُ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ عُرِضْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي جَيْشٍ وَأَنَا ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ فَلَمْ يَقْبَلْنِي فَعُرِضْتُ عَلَيْهِ مِنْ قَابِلٍ فِي جَيْشٍ وَأَنَا ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ فَقَبِلَنِي ‏.‏ قَالَ نَافِعٌ وَحَدَّثْتُ بِهَذَا الْحَدِيثِ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَ هَذَا حَدُّ مَا بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ ‏.‏ ثُمَّ كَتَبَ أَنْ يُفْرَضَ لِمَنْ يَبْلُغُ الْخَمْسَ عَشْرَةَ ‏.‏ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَحْوَ هَذَا وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ أَنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ كَتَبَ أَنَّ هَذَا حَدُّ مَا بَيْنَ الصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ ‏.‏ وَذَكَرَ ابْنُ عُيَيْنَةَ فِي حَدِيثِهِ ‏.‏ قَالَ نَافِعٌ فَحَدَّثْنَا بِهِ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَ هَذَا حَدُّ مَا بَيْنَ الذُّرِّيَّةِ وَالْمُقَاتِلَةِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَابْنُ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ يَرَوْنَ أَنَّ الْغُلاَمَ إِذَا اسْتَكْمَلَ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً فَحُكْمُهُ حُكْمُ الرِّجَالِ وَإِنِ احْتَلَمَ قَبْلَ خَمْسَ عَشْرَةَ فَحُكْمُهُ حُكْمُ الرِّجَالِ ‏.‏ وَقَالَ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ الْبُلُوغُ ثَلاَثَةُ مَنَازِلَ بُلُوغُ خَمْسَ عَشْرَةَ أَوْ الاِحْتِلاَمُ فَإِنْ لَمْ يُعْرَفْ سِنُّهُ وَلاَ احْتِلاَمُهُ فَالإِنْبَاتُ يَعْنِي الْعَانَةَ ‏.‏
Muhammad ibn Wazir al-Wasiti meriwayatkan kepada kami, Ishaq ibn Yusuf al-Azraq meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Sufyan, atas wewenang Ubayd Allah ibn Umar, atas wewenang Nafi', atas wewenang Ibnu Omar, dia berkata, Aku ditawari kepada Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, di tentara ketika aku berumur empat belas tahun, tapi dia tidak menerimaku, jadi aku ditawarkan kepadanya oleh seseorang yang menerimanya. tentara, dan saya berumur lima belas tahun, jadi dia menerima saya. Nafi’ berkata: Aku meriwayatkan hadits ini kepada Umar bin Abdul Aziz, dan dia berkata, “Ini adalah azab di antara anak-anak muda.” Dan yang besar. Kemudian ada tertulis bahwa wajib dikenakan kepada siapa saja yang telah mencapai umur lima belas tahun. Ibnu Abi Umar menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah menceritakan kepada kami, atas wewenang Ubayd Allah bin Umar atas wewenang Nafi’, atas wewenang Ibnu Umar, atas wewenang Rasulullah SAW, kira-kira seperti ini, namun di dalamnya tidak disebutkan bahwa Umar bin Abdul Aziz menulis bahwa ini adalah batas antara kecil dan besar. Ibnu Uyaynah menyebutkannya dalam hadisnya. Nafi’ berkata, lalu Omar bin Abdul Aziz menceritakan hal itu kepada kami. Beliau bersabda, “Inilah batas antara keturunan dan pejuang.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadits yang baik dan shahih. Yang diamalkan menurut Ahli Ilmu adalah apa yang dikatakan Sufyan Al-Thawri, Ibnu Al-Mubarak, Al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq, dan mereka berpendapat bahwa ketika seorang anak laki-laki mencapai usia lima belas tahun, Maka hukumnya adalah laki-laki, dan jika dia mengalami mimpi basah sebelum lima belas hari, maka hukumnya adalah laki-laki. Ahmad dan Ishaq mengatakan, pubertas adalah tiga tahap pubertas. Limabelas atau terjadinya mimpi basah. Jika tidak diketahui umur atau terjadinya mimpi basah, maka pubertas artinya pubertas.
Diriwayatkan oleh
Nafi' bin Umar (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 15/1361
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 15: Hukum
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait