Sunan Ad-Darimi — Hadis #54617
Hadis #54617
أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ سَعِيدٍ ، حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ إِسْحَاق ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ عَائِشَةَ ، قَالَتْ : " كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ ، صَامَهُوَأَمَرَ بِصِيَامِهِ، حَتَّى إِذَا فُرِضَ رَمَضَانُ، كَانَ رَمَضَانُ هُوَ الْفَرِيضَةُ، وَتُرِكَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ "
Abdul Wahhab bin Saeed menceritakan kepada kami, Shuaib bin Ishaq menceritakan kepada kami, atas wewenang Hisham bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisha, dia berkata: " Hari Asyura adalah hari di mana kaum Quraisy berpuasa pada masa pra-Islam. Ketika Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, datang ke Madinah, dia berpuasa dan memerintahkan puasanya. Bahkan ketika Ramadhan diwajibkan, maka Ramadhan adalah yang wajib, dan hari Asyura ditinggalkan, maka siapa pun yang ingin berpuasa, dan siapa pun yang ingin meninggalkannya.”
Sumber
Sunan Ad-Darimi # 4/1716
Kategori
Bab 4: Bab 4