Jami at-Tirmidzi — Hadis #26428
Hadis #26428
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، بُنْدَارٌ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ، حَدَّثَنِي عَبَّاسُ بْنُ سَهْلٍ، عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا سَجَدَ أَمْكَنَ أَنْفَهُ وَجَبْهَتَهُ مِنَ الأَرْضِ وَنَحَّى يَدَيْهِ عَنْ جَنْبَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَوَائِلِ بْنِ حُجْرٍ وَأَبِي سَعِيدٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي حُمَيْدٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَالْعَمَلُ عَلَيْهِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنْ يَسْجُدَ الرَّجُلُ عَلَى جَبْهَتِهِ وَأَنْفِهِ فَإِنْ سَجَدَ عَلَى جَبْهَتِهِ دُونَ أَنْفِهِ فَقَدْ قَالَ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ يُجْزِئُهُ . وَقَالَ غَيْرُهُمْ لاَ يُجْزِئُهُ حَتَّى يَسْجُدَ عَلَى الْجَبْهَةِ وَالأَنْفِ .
Muhammad bin Bashar meriwayatkan kepada kami, Bundar meriwayatkan kepada kami, Abu Amir Al-Aqdi meriwayatkan kepada kami, Fulayh bin Sulaiman meriwayatkan kepada kami, Abbas bin Sahl meriwayatkan kepada saya, atas wewenang Abu Humayd. Al-Sa’idi, bahwa ketika Nabi, sallallahu ‘alaihi wa sallam, sujud, beliau akan menempelkan hidung dan keningnya ke tanah dan menjauhkan tangannya dari sisi tubuhnya. Dia meletakkan telapak tangannya sejajar dengan bahunya. Beliau menjawab: Atas wewenang Ibnu Abbas, Wael bin Hajr, dan Abu Saeed. Abu Issa mengatakan hadits ayahku Terpuji, Hasan dan Hadits Shahih. Yang disyariatkan menurut ahli ilmu adalah sujud pada dahi dan hidung. Kalau dia sujud, keningnya ada di bawah Hidungnya. Beberapa ulama mengatakan bahwa itu cukup. Ada pula yang mengatakan bahwa tidak cukup sampai ia sujud di dahi dan hidung.
Diriwayatkan oleh
Abu Humaid al-Sa'idi (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/270
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 2: Shalat