Jami at-Tirmidzi — Hadis #26639
Hadis #26639
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، أَخْبَرَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ، غَدَتْ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ عَلِّمْنِي كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي صَلاَتِي . فَقَالَ " كَبِّرِي اللَّهَ عَشْرًا وَسَبِّحِي اللَّهَ عَشْرًا وَاحْمَدِيهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلِي مَا شِئْتِ يَقُولُ نَعَمْ نَعَمْ " . قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَالْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِي رَافِعٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ . وَقَدْ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم غَيْرُ حَدِيثٍ فِي صَلاَةِ التَّسْبِيحِ وَلاَ يَصِحُّ مِنْهُ كَبِيرُ شَيْءٍ . وَقَدْ رَأَى ابْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ صَلاَةَ التَّسْبِيحِ وَذَكَرُوا الْفَضْلَ فِيهِ . حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا أَبُو وَهْبٍ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُبَارَكِ عَنِ الصَّلاَةِ الَّتِي يُسَبَّحُ فِيهَا فَقَالَ يُكَبِّرُ ثُمَّ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ثُمَّ يَقُولُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَتَعَوَّذُ وَيَقْرَأُ (بِسمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَفَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً ثُمَّ يَقُولُ عَشْرَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا . ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ الثَّانِيَةَ فَيَقُولُهَا عَشْرًا يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ عَلَى هَذَا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ تَسْبِيحَةً فِي كُلِّ رَكْعَةٍ يَبْدَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بِخَمْسَ عَشْرَةَ تَسْبِيحَةً ثُمَّ يَقْرَأُ ثُمَّ يُسَبِّحُ عَشْرًا فَإِنْ صَلَّى لَيْلاً فَأَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُسَلِّمَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ وَإِنْ صَلَّى نَهَارًا فَإِنْ شَاءَ سَلَّمَ وَإِنْ شَاءَ لَمْ يُسَلِّمْ . قَالَ أَبُو وَهْبٍ وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي رِزْمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ يَبْدَأُ فِي الرُّكُوعِ بِسُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَفِي السُّجُودِ بِسُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى ثَلاَثًا ثُمَّ يُسَبِّحُ التَّسْبِيحَاتِ . قَالَ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ وَحَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ زَمْعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ أَبِي رِزْمَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ إِنْ سَهَا فِيهَا يُسَبِّحُ فِي سَجْدَتَىِ السَّهْوِ عَشْرًا عَشْرًا قَالَ لاَ إِنَّمَا هِيَ ثَلاَثُمِائَةِ تَسْبِيحَةٍ .
Ahmad bin Muhammad bin Musa menceritakan kepada kami, Abdullah bin Al-Mubarak menceritakan kepada kami, Ikrimah bin Ammar menceritakan kepada kami, Ishaq bin Abdul menceritakan kepadaku Allah bin Abi Thalhah, atas wewenang Anas bin Malik, bahwa Ummu Sulaim menemui Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan berkata, “Ajari aku beberapa kata yang bisa aku ucapkan dalam Doaku. Beliau bersabda, "Maha Suci Allah sepuluh kali, mengagungkan Allah sepuluh kali, dan memuji-Nya sepuluh kali, lalu bertanya padaku apa pun yang kamu inginkan. Dia menjawab, 'Ya, ya.'" Beliau berkata, "Dan dalam bab Tentang otoritas Ibnu Abbas, Abdullah bin Amr, Al-Fadl bin Abbas, dan Abi Rafi'. Abu Issa mengatakan, hadits Anas adalah hadits yang baik dan ganjil. Tidak ada satupun hadis yang diriwayatkan dari diri Nabi SAW, mengenai shalat Tasbih, dan tidak banyak yang shahih. Ibnu al-Mubarak dan lebih dari satu orang yang berilmu tentang shalat Tasbih dan mereka menyebutkan keutamaan di dalamnya. Ahmad bin Abdah meriwayatkan kepada kami, Abu Wahb meriwayatkan kepada kami, katanya, saya bertanya kepada Abdullah Ibnu Al-Mubarak, tentang shalat yang dia baca tasbihnya, maka dia berkata, “Allahu Akbar,” lalu dia berkata, “Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan puji-pujian-Mu, dan Terpujilah nama-Mu, dan Maha Agung kakekmu, dan tidak ada Tuhan.” Orang lain, lalu dia mengucapkan lima belas kali: Maha Suci Allah, puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, lalu dia berlindung. Dia membacakan (Dengan Nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) pembukaan Kitab dan sebuah surah, lalu dia mengucapkan sepuluh kali: Maha Suci Tuhan, Segala puji bagi Tuhan, dan tidak ada Tuhan selain Tuhan. Tuhan itu Hebat. Lalu dia membungkuk dan mengucapkannya sepuluh. Kemudian dia mengangkat kepalanya dari membungkuk dan mengucapkannya sepuluh. Kemudian dia sujud dan mengucapkannya. Kemudian dia mengangkat kepalanya dan mengatakan itu sepuluh, lalu dia bersujud yang kedua dan mengatakan itu sepuluh. Dia shalat empat rakaat dengan cara ini, sehingga menjadi lima. Dan tujuh puluh tasbih dalam setiap rakaat. Setiap rakaat diawali dengan lima belas tasbih, kemudian dia membaca, lalu dia mengucapkan sepuluh tasbih. Kalau dia shalat malam, dia suka Sampai dia mengucapkan salam dua rakaat, dan jika dia shalat di siang hari, maka jika dia menghendaki, dia boleh mengucapkan salam, dan jika dia menghendaki, dia tidak boleh mengucapkan salam. Abu Wahb berkata, dan Abd al-Aziz ibn Abu Rizmah, atas wewenang Abdullah, bahwa dia berkata: Dia memulai rukuknya dengan Kemuliaan bagi Tuhanku Yang Agung, dan dalam sujud, dia memulai dengan Kemuliaan bagi Tuhanku Yang Maha Tinggi, sebanyak tiga kali. Kemudian dia membacakan pemuliaan. Ahmad ibn Abdah berkata, dan Wahb ibn Zamaa menceritakan kepada kami, ia mengatakan: Abdul Aziz, putra Abi Razmah, menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Aku berkata kepada Abdullah bin Al-Mubarak: Jika dia melakukan kesalahan maka hendaknya dia mengucapkan tasbih pada dua sujud lupa sebanyak sepuluh kali. Beliau menjawab: Tidak, hanya tiga ratus tasbih. .
Diriwayatkan oleh
Anas bin Malik (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 3/481
Tingkat
Hasan Isnaad
Kategori
Bab 3: Witir