Jami at-Tirmidzi — Hadis #26719
Hadis #26719
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ خَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِالنَّاسِ فَأَطَالَ الْقِرَاءَةَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَأَطَالَ الْقِرَاءَةَ وَهِيَ دُونَ الأُولَى ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ وَهُوَ دُونَ الأَوَّلِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَسَجَدَ ثُمَّ فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ . وَبِهَذَا الْحَدِيثِ يَقُولُ الشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ يَرَوْنَ صَلاَةَ الْكُسُوفِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِي أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ . قَالَ الشَّافِعِيُّ يَقْرَأُ فِي الرَّكْعَةِ الأُولَى بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَنَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ سِرًّا إِنْ كَانَ بِالنَّهَارِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ قِرَاءَتِهِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ بِتَكْبِيرٍ وَثَبَتَ قَائِمًا كَمَا هُوَ وَقَرَأَ أَيْضًا بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَنَحْوًا مِنْ آلِ عِمْرَانَ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ قِرَاءَتِهِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ ثُمَّ قَالَ " سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ " . ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ تَامَّتَيْنِ وَيُقِيمُ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ نَحْوًا مِمَّا أَقَامَ فِي رُكُوعِهِ ثُمَّ قَامَ فَقَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَنَحْوًا مِنْ سُورَةِ النِّسَاءِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ قِرَاءَتِهِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ بِتَكْبِيرٍ وَثَبَتَ قَائِمًا ثُمَّ قَرَأَ نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْمَائِدَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ قِرَاءَتِهِ ثُمَّ رَفَعَ فَقَالَ " سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ " . ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ تَشَهَّدَ وَسَلَّمَ .
Muhammad ibn Abd al-Malik ibn Abi al-Shawareb meriwayatkan kepada kami, Yazid ibn Zurayi meriwayatkan kepada kami, Muammar meriwayatkan kepada kami, atas wewenang al-Zuhri, atas wewenang Urwa, atas wewenang Aisyah, bahwa dia mengatakan bahwa matahari terjadi pada masa Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, maka Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, memimpin umat dalam shalat dan dia memperlama bacaannya. Kemudian dia rukuk dan memanjangkan rukuknya, lalu dia mengangkat kepalanya dan memanjangkan bacaannya, dan itu lebih pendek dari yang pertama. Kemudian dia berlutut dan memanjangkan rukuknya, dan lebih pendek dari rukuk pertama, lalu dia mengangkat kepalanya dan sujud, lalu dia melakukan hal yang sama pada rakaat kedua. Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Dan dengan hadis ini dia berkata Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq menganggap salat gerhana adalah empat rakaat dengan empat sujud. Al-Syafi’i mengatakan bahwa pada rakaat pertama, Ummu Al-Qur’an dan sejenisnya Surat Al-Baqarah diam-diam jika pada siang hari, kemudian dia membungkuk lama untuk membacanya, lalu dia mengangkat kepalanya. Dia berseru “Allahu Akbar” dan tetap berdiri, dia juga membacakan “Umm Al-Qur’an” dan sesuatu dari keluarga Imran, lalu dia membungkuk lama saat membacanya, lalu dia bangkit. Dia mengangkat kepalanya dan berkata, “Allah mendengar orang-orang yang memuji Dia.” Kemudian dia melakukan sujud dua kali secara sempurna, dan melakukan cara yang sama pada setiap sujud seperti yang dilakukannya Dia membungkuk, kemudian dia bangun dan membacakan Ummu al-Qur’an dan sejenisnya Surat An-Nisa, kemudian dia membungkuk lama-lama seperti tata cara bacaannya, kemudian dia mengangkat kepalanya dengan penuh keagungan. Beliau tetap berdiri, kemudian membacakan sebagian Surat Al-Ma’idah, kemudian membungkukkan badannya lama-lama sebagai bagian dari bacaannya, kemudian beliau bangkit dan berkata, “Dia mendengar.” “Allah milik siapa pun yang memuji-Nya.” Kemudian dia sujud dua kali, lalu dia membaca tashahhud dan mengucapkan salam.
Diriwayatkan oleh
Aisyah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 6/561
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 6: Perjalanan