Jami at-Tirmidzi — Hadis #26799
Hadis #26799
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ الْمُثَنَّى بْنِ الصَّبَّاحِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم خَطَبَ النَّاسَ فَقَالَ
" أَلاَ مَنْ وَلِيَ يَتِيمًا لَهُ مَالٌ فَلْيَتَّجِرْ فِيهِ وَلاَ يَتْرُكْهُ حَتَّى تَأْكُلَهُ الصَّدَقَةُ " . قَالَ أَبُو عِيسَى وَإِنَّمَا رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَفِي إِسْنَادِهِ مَقَالٌ لأَنَّ الْمُثَنَّى بْنَ الصَّبَّاحِ يُضَعَّفُ فِي الْحَدِيثِ . وَرَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ . فَذَكَرَ هَذَا الْحَدِيثَ . وَقَدِ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي هَذَا الْبَابِ فَرَأَى غَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي مَالِ الْيَتِيمِ زَكَاةً . مِنْهُمْ عُمَرُ وَعَلِيٌّ وَعَائِشَةُ وَابْنُ عُمَرَ وَبِهِ يَقُولُ مَالِكٌ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ . وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ لَيْسَ فِي مَالِ الْيَتِيمِ زَكَاةٌ . وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ . وَعَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ هُوَ ابْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ وَشُعَيْبٌ قَدْ سَمِعَ مِنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو . وَقَدْ تَكَلَّمَ يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ فِي حَدِيثِ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ وَقَالَ هُوَ عِنْدَنَا وَاهٍ . وَمَنْ ضَعَّفَهُ فَإِنَّمَا ضَعَّفَهُ مِنْ قِبَلِ أَنَّهُ يُحَدِّثُ مِنْ صَحِيفَةِ جَدِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَأَمَّا أَكْثَرُ أَهْلِ الْحَدِيثِ فَيَحْتَجُّونَ بِحَدِيثِ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ وَيُثْبِتُونَهُ مِنْهُمْ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ وَغَيْرُهُمَا .
Muhammad bin Ismail meriwayatkan kepada kami, Ibrahim bin Musa meriwayatkan kepada kami, Al-Walid bin Muslim meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Muthanna bin Al-Sabbah, atas wewenang Amr bin Shuaib, Atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda kepada manusia dan bersabda: “Barang siapa yang menjadi wali anak yatim dan mempunyai harta, maka hendaklah dia memperdagangkannya dan tidak Dia meninggalkannya sampai amal itu menghabiskannya.” Abu Issa berkata, “Hadits ini hanya diriwayatkan melalui rantai transmisi ini, dan ada pasal dalam rantai transmisinya karena Al-Muthanna bin Al-Sabbah dilemahkan dalam hadits tersebut. Ada diantara mereka yang meriwayatkan hadits ini dari Amr bin Shuaib bahwa Umar bin Al-Khattab menyebutkan hal ini. Hadits. Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini, dan lebih dari satu sahabat Nabi Muhammad SAW, menganggap zakat adalah harta anak yatim. Diantaranya adalah Umar, Ali, Aisyah, dan Ibnu Omar, dan juga dikatakan oleh Malik, Al-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq. Kata sekelompok ulama Tidak ada zakat atas harta anak yatim. Demikian dikatakan Sufyan Al-Thawri dan Abdullah bin Al-Mubarak. Dan Amr bin Shuaib adalah anak dari Muhammad bin Abdullah bin Amr bin Al-Aas dan Shuaib pernah mendengarnya dari kakeknya Abdullah bin Amr. Yahya bin Saeed berbicara tentang hadis Amr. Ibnu Shuaib, dan dia berkata, “Dia lemah dalam pandangan kami.” Dan siapa yang menganggapnya lemah, maka dia menganggapnya lemah hanya karena dia meriwayatkan dari mushaf kakeknya, Abdullah bin Amr. Adapun sebagian besar ulama hadits, mereka menggunakan hadits Amr bin Shuaib sebagai dalilnya, dan mereka membenarkannya, antara lain Ahmad, Ishaq, dan lain-lain.
Diriwayatkan oleh
Amr Ibn Shuayb
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 7/641
Tingkat
Daif
Kategori
Bab 7: Zakat