Jami at-Tirmidzi — Hadis #29335

Hadis #29335
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الأَخْنَسِ، أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ كَانَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ مَرْثَدُ بْنُ أَبِي مَرْثَدٍ وَكَانَ رَجُلاً يَحْمِلُ الأَسْرَى مِنْ مَكَّةَ حَتَّى يَأْتِيَ بِهِمُ الْمَدِينَةَ قَالَ وَكَانَتِ امْرَأَةٌ بَغِيٌّ بِمَكَّةَ يُقَالُ لَهَا عَنَاقُ وَكَانَتْ صَدِيقَةً لَهُ وَإِنَّهُ كَانَ وَعَدَ رَجُلاً مِنْ أُسَارَى مَكَّةَ يَحْمِلُهُ قَالَ فَجِئْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى ظِلِّ حَائِطٍ مِنْ حَوَائِطِ مَكَّةَ فِي لَيْلَةٍ مُقْمِرَةٍ ‏.‏ قَالَ فَجَاءَتْ عَنَاقُ فَأَبْصَرَتْ سَوَادَ ظِلِّي بِجَنْبِ الْحَائِطِ فَلَمَّا انْتَهَتْ إِلَىَّ عَرَفَتْهُ فَقَالَتْ مَرْثَدُ فَقُلْتُ مَرْثَدُ ‏.‏ فَقَالَتْ مَرْحَبًا وَأَهْلاً هَلُمَّ فَبِتْ عِنْدَنَا اللَّيْلَةَ ‏.‏ قَالَ قُلْتُ يَا عَنَاقُ حَرَّمَ اللَّهُ الزِّنَا ‏.‏ قَالَتْ يَا أَهْلَ الْخِيَامِ هَذَا الرَّجُلُ يَحْمِلُ أَسْرَاكُمْ ‏.‏ قَالَ فَتَبِعَنِي ثَمَانِيَةٌ وَسَلَكْتُ الْخَنْدَمَةَ فَانْتَهَيْتُ إِلَى كَهْفٍ أَوْ غَارٍ فَدَخَلْتُ فَجَاءُوا حَتَّى قَامُوا عَلَى رَأْسِي فَبَالُوا فَطَلَّ بَوْلُهُمْ عَلَى رَأْسِي وَأَعْمَاهُمُ اللَّهُ عَنِّي ‏.‏ قَالَ ثُمَّ رَجَعُوا وَرَجَعْتُ إِلَى صَاحِبِي فَحَمَلْتُهُ وَكَانَ رَجُلاً ثَقِيلاً حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى الإِذْخِرِ فَفَكَكْتُ عَنْهُ كَبْلَهُ فَجَعَلْتُ أَحْمِلُهُ وَيُعِينُنِي حَتَّى قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْكِحُ عَنَاقًا مَرَّتَيْنِ فَأَمْسَكَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلَمْ يَرُدَّ عَلَىَّ شَيْئًا حَتَّى نَزَلَتِ ‏:‏ ‏(‏الزَّانِي لاَ يَنْكِحُ إِلاَّ زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لاَ يَنْكِحُهَا إِلاَّ زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ ‏)‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ يَا مَرْثَدُ الزَّانِي لاَ يَنْكِحُ إِلاَّ زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لاَ يَنْكِحُهَا إِلاَّ زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ فَلاَ تَنْكِحْهَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ ‏.‏
Abd bin Humaid menceritakan kepada kami, Ruh bin Ubadah menceritakan kepada kami, atas wewenang Ubayd Allah bin Al-Akhnas, Amr bin Shuaib menceritakan kepadaku, atas wewenang ayahnya, atas wewenang kakeknya, dia berkata, “Adalah seorang laki-laki bernama Marthad bin Abi Marthad, dan dia adalah orang yang membawa tawanan dari Mekah hingga dia membawa mereka ke Madinah. Dia berkata, dan itu adalah Seorang pelacur di Mekah bernama Anak, dan dia adalah temannya, dan dia telah berjanji kepada seorang pria dari tawanan Mekah bahwa dia akan menggendongnya. Dia berkata, “Saya datang sampai saya selesai.” Ke bayangan salah satu tembok Mekah di malam bulan purnama. Katanya, Anak datang dan melihat hitamnya bayanganku di samping tembok. Kapan Dia mengenalnya dan berkata, “Marthad.” Saya berkata, “Marthad.” Dia berkata, "Halo, selamat datang. Datang dan tinggallah bersama kami malam ini." Dia berkata, “Nak.” Allah melarang perzinahan. Dia berkata, “Wahai penghuni tenda, orang ini sedang membawa tawananmu.” Dia berkata, “Kemudian delapan orang mengikuti saya, dan saya yang memimpin.” Maka aku berakhir di sebuah goa atau goa, lalu aku masuk, dan mereka datang hingga mereka berdiri di atas kepalaku, lalu mereka buang air kecil, dan kencing mereka jatuh ke kepalaku, dan Allah membutakan mereka dariku. Dia berkata: Kemudian mereka kembali, dan aku kembali ke temanku, dan aku menggendongnya, dan dia adalah orang yang berat, sampai aku mencapai Idzihar, maka aku melepaskan ikatannya dan membuat Aku menggendongnya dan dia membantuku sampai aku tiba di Madinah dan menemui Rasulullah SAW, dan aku berkata, Wahai Rasulullah, aku akan mengawini seorang anak dua kali, maka Rasulullah SAW berhenti. saw, dan dia tidak menjawabku sama sekali sampai aku mengungkapkan: (Pezina tidak boleh menikah dengan siapa pun kecuali pezina atau musyrik, dan pezinah tidak boleh Tidak seorang pun boleh menikahinya kecuali seorang pezina atau musyrik, dan hal itu haram bagi orang-orang yang beriman.) Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Martad si pezina, dia tidak menikahi siapa pun kecuali seorang pezina.” Atau seorang musyrik, dan tidak ada seorangpun yang boleh menikah dengan seorang pezina kecuali seorang pezina atau musyrik, maka jangan kamu nikahi dia.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan aneh.” Kami mengenalnya hanya dari sudut pandang ini.
Diriwayatkan oleh
Amr Ibn Shuayb
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 47/3177
Tingkat
Hasan Isnaad
Kategori
Bab 47: Tafsir
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait