Jami at-Tirmidzi — Hadis #26327
Hadis #26327
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْمُرُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ فِي الأَمْرِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ وَأَنَا مَعَهُمَا . وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَأَوْسِ بْنِ حُذَيْفَةَ وَعِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ . قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ . وَقَدْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ الْحَسَنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ رَجُلٍ مِنْ جُعْفِيٍّ يُقَالُ لَهُ قَيْسٌ أَوِ ابْنُ قَيْسٍ عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم هَذَا الْحَدِيثَ فِي قِصَّةٍ طَوِيلَةٍ . وَقَدِ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ بَعْدَهُمْ فِي السَّمَرِ بَعْدَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ الآخِرَةِ فَكَرِهَ قَوْمٌ مِنْهُمُ السَّمَرَ بَعْدَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ وَرَخَّصَ بَعْضُهُمْ إِذَا كَانَ فِي مَعْنَى الْعِلْمِ وَمَا لاَ بُدَّ مِنْهُ مِنَ الْحَوَائِجِ وَأَكْثَرُ الْحَدِيثِ عَلَى الرُّخْصَةِ . وَقَدْ رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ
" لاَ سَمَرَ إِلاَّ لِمُصَلٍّ أَوْ مُسَافِرٍ " .
Ahmad bin Mani’ menceritakan kepada kami, Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, atas wewenang Al-A’mash, atas wewenang Ibrahim, atas wewenang Alqamah, atas wewenang Umar bin Al-Khattab, beliau bersabda, “Rasulullah SAW akan terus bersama Abu Bakar dalam urusan kaum muslimin, dan aku akan bersama mereka. Dan atas wewenang Abdullah bin Amr Aws bin Hudhayfah dan Imran bin Husain. Abu Issa berkata: Hadits Umar adalah hadits hasan. Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Hasan bin Ubaidullah. Atas wewenang Ibrahim, atas wewenang Alqamah, atas wewenang seorang laki-laki dari Ja'fi bernama Qais atau Ibnu Qais, atas wewenang Umar, atas wewenang Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, hadis ini di Sebuah cerita yang panjang. Para ulama, termasuk para Sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dan para pengikut dan orang-orang setelah mereka, berbeda pendapat tentang shalat malam setelah shalat malam terakhir. Ada di antara mereka yang tidak menyukai shalat mata hitam setelah shalat magrib, dan ada pula yang mengbolehkannya jika dalam artian ilmu dan apa yang diperlukan untuk itu. Kebutuhan, dan sebagian besar hadis adalah tentang izin. Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW yang bersabda, “Tidak ada matahari kecuali bagi orang yang shalat atau bepergian.”
Diriwayatkan oleh
Umar bin Khattab (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/169
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 2: Shalat