Jami at-Tirmidzi — Hadis #26335

Hadis #26335
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَبَاحٍ الأَنْصَارِيِّ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، قَالَ ذَكَرُوا لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم نَوْمَهُمْ عَنِ الصَّلاَةِ فَقَالَ ‏ "‏ إِنَّهُ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ فَإِذَا نَسِيَ أَحَدُكُمْ صَلاَةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا ‏"‏ ‏.‏ وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَأَبِي مَرْيَمَ وَعِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ وَجُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ وَأَبِي جُحَيْفَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ وَعَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيِّ وَذِي مِخْبَرٍ وَيُقَالُ ذِي مِخْمَرٍ وَهُوَ ابْنُ أَخِي النَّجَاشِيِّ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ أَبِي قَتَادَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَقَدِ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي الرَّجُلِ يَنَامُ عَنِ الصَّلاَةِ أَوْ يَنْسَاهَا فَيَسْتَيْقِظُ أَوْ يَذْكُرُ وَهُوَ فِي غَيْرِ وَقْتِ صَلاَةٍ عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ أَوْ عِنْدَ غُرُوبِهَا ‏.‏ فَقَالَ بَعْضُهُمْ يُصَلِّيهَا إِذَا اسْتَيْقَظَ أَوْ ذَكَرَ وَإِنْ كَانَ عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ أَوْ عِنْدَ غُرُوبِهَا ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ أَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ وَالشَّافِعِيِّ وَمَالِكٍ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لاَ يُصَلِّي حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَوْ تَغْرُبَ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Hammad bin Zaid meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Tsabit Al-Bunani, atas wewenang Abdullah bin Rabah Al-Anshari, atas wewenang Abu Qatada, dia berkata: Mereka menyebut Nabi Muhammad SAW, menyebutkan kantuk mereka tanpa adanya shalat, dan beliau bersabda, “Tidak ada kelalaian dalam tidur, yang ada adalah kelalaian ketika bangun, maka jika ada yang lupa Jika salah satu dari kalian pernah shalat atau tertidur dan melewatkannya, hendaklah dia shalat ketika dia mengingatnya.” Dan atas wewenang Ibnu Masoud, Abu Maryam, dan Imran bin Husain. Jubayr bin Mutim, Abu Juhayfah, Abu Sa`id, Amr bin Umayyah Al-Dhamri, dan Dhu Mukhbar, disebut juga Dhu Mikhamar, dan dia adalah putra dari saudaraku Al-Najashi. Kata Abu Issa, dan hadits Abu Qatada adalah hadits yang hasan dan shahih. Para ahli berbeda pendapat mengenai apakah seseorang tertidur atau lupa shalat. Maka dia membangunkan atau mengingatnya ketika belum masuk waktu shalat, saat matahari terbit atau terbenam. Ada di antara mereka yang mengatakan bahwa dia mendoakannya ketika bangun tidur atau disebutkannya Meski saat matahari terbit atau terbenam. Demikian pendapat Ahmad, Ishaq, Al-Syafi’i, dan Malik. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa dia tidak boleh shalat. Hingga matahari terbit atau terbenam.
Diriwayatkan oleh
Abu Qatadah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/177
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 2: Shalat
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait