Jami at-Tirmidzi — Hadis #26549

Hadis #26549
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، وَأَبُو دَاوُدَ قَالاَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، وَالسَّائِبَ الْقَارِئَ، كَانَا يَسْجُدَانِ سَجْدَتَىِ السَّهْوِ قَبْلَ التَّسْلِيمِ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ بُحَيْنَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ يَرَى سُجُودَ السَّهْوِ كُلِّهِ قَبْلَ السَّلاَمِ وَيَقُولُ هَذَا النَّاسِخُ لِغَيْرِهِ مِنَ الأَحَادِيثِ وَيَذْكُرُ أَنَّ آخِرَ فِعْلِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم كَانَ عَلَى هَذَا ‏.‏ وَقَالَ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ إِذَا قَامَ الرَّجُلُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ فَإِنَّهُ يَسْجُدُ سَجْدَتَىِ السَّهْوِ قَبْلَ السَّلاَمِ عَلَى حَدِيثِ ابْنِ بُحَيْنَةَ ‏.‏ وَعَبْدُ اللَّهِ ابْنُ بُحَيْنَةَ هُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَالِكٍ وَهُوَ ابْنُ بُحَيْنَةَ مَالِكٌ أَبُوهُ وَبُحَيْنَةُ أُمُّهُ ‏.‏ هَكَذَا أَخْبَرَنِي إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمَدِينِيِّ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي سَجْدَتَىِ السَّهْوِ مَتَى يَسْجُدُهُمَا الرَّجُلُ قَبْلَ السَّلاَمِ أَوْ بَعْدَهُ فَرَأَى بَعْضُهُمْ أَنْ يَسْجُدَهُمَا بَعْدَ السَّلاَمِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ يَسْجُدُهُمَا قَبْلَ السَّلاَمِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ أَكْثَرِ الْفُقَهَاءِ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مِثْلِ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ وَرَبِيعَةَ وَغَيْرِهِمَا وَبِهِ يَقُولُ الشَّافِعِيُّ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُهُمْ إِذَا كَانَتْ زِيَادَةً فِي الصَّلاَةِ فَبَعْدَ السَّلاَمِ وَإِذَا كَانَ نُقْصَانًا فَقَبْلَ السَّلاَمِ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ ‏.‏ وَقَالَ أَحْمَدُ مَا رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي سَجْدَتَىِ السَّهْوِ فَيُسْتَعْمَلُ كُلٌّ عَلَى جِهَتِهِ يَرَى إِذَا قَامَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ عَلَى حَدِيثِ ابْنِ بُحَيْنَةَ فَإِنَّهُ يَسْجُدُهُمَا قَبْلَ السَّلاَمِ وَإِذَا صَلَّى الظُّهْرَ خَمْسًا فَإِنَّهُ يَسْجُدُهُمَا بَعْدَ السَّلاَمِ وَإِذَا سَلَّمَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ مِنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فَإِنَّهُ يَسْجُدُهُمَا بَعْدَ السَّلاَمِ وَكُلٌّ يُسْتَعْمَلُ عَلَى جِهَتِهِ ‏.‏ وَكُلُّ سَهْوٍ لَيْسَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ذِكْرٌ فَإِنَّ سَجْدَتَىِ السَّهْوِ قَبْلَ السَّلاَمِ ‏.‏ وَقَالَ إِسْحَاقُ نَحْوَ قَوْلِ أَحْمَدَ فِي هَذَا كُلِّهِ إِلاَّ أَنَّهُ قَالَ كُلُّ سَهْوٍ لَيْسَ فِيهِ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ذِكْرٌ فَإِنْ كَانَتْ زِيَادَةً فِي الصَّلاَةِ يَسْجُدُهُمَا بَعْدَ السَّلاَمِ وَإِنْ كَانَ نُقْصَانًا يَسْجُدُهُمَا قَبْلَ السَّلاَمِ ‏.‏
Muhammad bin Bashar menceritakan kepada kami, Abd al-Ala menceritakan kepada kami, dan Abu Dawud berkata, Hisyam menceritakan kepada kami, atas wewenang Yahya bin Abi Katsir, atas wewenang Muhammad bin Ibrahim, bahwa Abu Hurairah dan Al-Sa’ib sang pembacanya biasa melakukan dua sujud lupa sebelum salam. Abu Issa menuturkan hadits Ibnu Bahina Ini adalah hadis yang baik dan shahih. Hal ini diamini oleh sebagian ulama, dan itu pendapat Syafi’i. Dia berpendapat bahwa sujud sahih dilakukan seluruhnya sebelum salam, dan dia mengatakan Ini membatalkan hadis lain dan menyebutkan bahwa tindakan terakhir Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, adalah ini. Ahmad dan Ishaq berkata, “Jika Laki-laki itu berdiri dalam dua rakaat, maka hendaknya dia melakukan dua sujud sahih sebelum salam, sesuai dengan hadits Ibnu Buhaynah. Dan Abdullah bin Buhaynah adalah seorang hamba. Allah bin Malik, yang merupakan anak dari Buhayna Malik, ayahnya, dan Buhaynah, ibunya. Inilah yang diceritakan Ishaq bin Mansour kepadaku atas wewenang Ali bin Abd. Allah bin al-Madini. Abu Issa berkata, dan para ahli berbeda pendapat mengenai dua sujud lupa, yaitu ketika seseorang sujud sebelum dan sesudah salam. Beberapa dari mereka berpikir bahwa ia harus bersujud setelah memberi salam. Demikian pendapat Sufyan al-Thawri dan penduduk Kufah. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa dia harus sujud. Dia menerimanya Perdamaian. Demikian pendapat sebagian besar ahli hukum dari masyarakat Madinah, seperti Yahya bin Sa’id, Rabi’ah dan lain-lain, dan Al-Syafi’i mengatakannya. Ada pula yang mengatakan: Jika shalatnya diperbanyak maka setelah salam, dan jika shalatnya berkurang maka sebelum salam. Demikian sabda Malik bin Anas. Ahmad mengatakan apa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW mengenai dua sujud sahih, maka hendaknya masing-masing menggunakan sesuai kebijaksanaannya masing-masing ketika berdiri di dua rakaat tersebut, menurut hadits Ibnu Kadang-kadang dia sujud sebelum salam, dan ketika dia shalat zuhur lima waktu, maka dia sujud setelah salam, dan ketika dia mengucapkan salam di Dua rakaat salat zuhur dan zuhur, maka ia sujud setelah salam, dan masing-masing digunakan sesuai arahnya. Dan setiap pengawasan di dalamnya bukanlah wewenang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan dia mengucapkan salam zikir, karena kamu sujud lupa sebelum salam. Dan Ishaq mengatakan hal serupa dengan apa yang dikatakan Ahmad mengenai semua itu, hanya saja dia berkata, “Semua Suatu kekhilafan yang di dalamnya tidak disebutkan Nabi Muhammad SAW, maka jika shalatnya bertambah maka ia sujud setelah salam, dan jika kekurangan maka ia sujud di depannya. Salam sejahtera
Diriwayatkan oleh
Ada (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/391
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 2: Shalat
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait