Jami at-Tirmidzi — Hadis #26628

Hadis #26628
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، حَدَّثَنَا مُلاَزِمُ بْنُ عَمْرٍو، حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي الَّذِي يُوتِرُ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ ثُمَّ يَقُومُ مِنْ آخِرِهِ فَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَمَنْ بَعْدَهُمْ نَقْضَ الْوِتْرِ وَقَالُوا يُضِيفُ إِلَيْهَا رَكْعَةً وَيُصَلِّي مَا بَدَا لَهُ ثُمَّ يُوتِرُ فِي آخِرِ صَلاَتِهِ لأَنَّهُ ‏"‏ لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ ‏"‏ ‏.‏ وَهُوَ الَّذِي ذَهَبَ إِلَيْهِ إِسْحَاقُ ‏.‏ وَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَغَيْرِهِمْ إِذَا أَوْتَرَ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ ثُمَّ نَامَ ثُمَّ قَامَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ يُصَلِّي مَا بَدَا لَهُ وَلاَ يَنْقُضُ وِتْرَهُ وَيَدَعُ وِتْرَهُ عَلَى مَا كَانَ ‏.‏ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَمَالِكِ بْنِ أَنَسٍ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيِّ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ وَأَحْمَدَ ‏.‏ وَهَذَا أَصَحُّ لأَنَّهُ قَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَدْ صَلَّى بَعْدَ الْوِتْرِ ‏.‏
Hanad meriwayatkan kepada kami, Malazem bin Amr meriwayatkan kepada kami, Abdullah bin Badr meriwayatkan kepada saya, atas wewenang Qais bin Talq bin Ali, atas wewenang ayahnya, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu salat dua malam dalam satu malam.” Abu Issa berkata, “Ini adalah hadis yang baik dan aneh.” Para ahli berbeda pendapat mengenai siapa Dia melaksanakan salat witir di awal malam, lalu bangun di akhir malam. Beberapa orang yang berilmu di antara para Sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan orang-orang setelah mereka melihat bahwa dia membatalkan shalat Witir dan berkata: Dia menambahkan satu rakaat ke dalamnya dan shalat selama dia mau, lalu shalat Witr di akhir shalatnya, karena “tidak ada dua shalat Witr dalam satu malam.” Dan dialah yang pergi. Baginya adalah Ishak. Beberapa orang yang berilmu di antara para sahabat Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, dan yang lain berkata: Ketika dia melakukan shalat witir di awal malam, kemudian dia tertidur dan kemudian bangun di akhir malam. Pada malam hari ia shalat sepuasnya dan tidak membatalkan shalat witirnya serta meninggalkan witirnya apa adanya. Demikian sabda Sufyan Al-Thawri. Dan Malik bin Anas, Ibnu Al-Mubarak, Al-Syafi’i, kaum Kufah, dan Ahmad. Hal ini lebih tepat karena telah diriwayatkan melalui lebih dari satu sumber bahwa Nabi Muhammad SAW memberkatinya dan memberinya kedamaian. Dia berdoa setelah Witir.
Diriwayatkan oleh
Qais bin Talq bin Ali (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 3/470
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 3: Witir
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait