Jami at-Tirmidzi — Hadis #27597

Hadis #27597
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلاَنِيِّ، عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، قَالَ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي مَجْلِسٍ فَقَالَ ‏ "‏ تُبَايِعُونِي عَلَى أَنْ لاَ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا وَلاَ تَسْرِقُوا وَلاَ تَزْنُوا قَرَأَ عَلَيْهِمُ الآيَةَ فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوقِبَ عَلَيْهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَسَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ فَهُوَ إِلَى اللَّهِ إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ عَلِيٍّ وَجَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ وَخُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَقَالَ الشَّافِعِيُّ لَمْ أَسْمَعْ فِي هَذَا الْبَابِ أَنَّ الْحُدُودَ تَكُونُ كَفَّارَةً لأَهْلِهَا شَيْئًا أَحْسَنَ مِنْ هَذَا الْحَدِيثِ ‏.‏ قَالَ الشَّافِعِيُّ وَأُحِبُّ لِمَنْ أَصَابَ ذَنْبًا فَسَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ أَنْ يَسْتُرَ عَلَى نَفْسِهِ وَيَتُوبَ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ رَبِّهِ ‏.‏ وَكَذَلِكَ رُوِيَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ أَنَّهُمَا أَمَرَا رَجُلاً أَنْ يَسْتُرَ عَلَى نَفْسِهِ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Sufyan bin Uyaynah meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Al-Zuhri, atas wewenang Abu Idris Al-Khawlani, atas wewenang Ubadah bin Al-Samit, beliau berkata, “Kami berada di hadapan Nabi Muhammad SAW, sedang berkumpul dan bersabda, “Kamu berbaiat kepadaku dengan syarat kamu tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak pula mencuri, atau berzinah.” Dia membaca tentang mereka. Ayat: Maka barangsiapa di antara kamu yang beriman, maka pahalanya di sisi Allah, dan siapa pun yang tertimpa salah satu dari hal itu dan diazab karenanya, maka hal itu menjadi penebus baginya. Dan siapa yang tertimpa salah satu dari itu, maka Allah akan melindunginya, maka dia di sisi Allah, jika Dia menghendaki, Dia akan menyiksanya, dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengampuninya.” Katanya, dan dalam bab tentang kekuasaan Ali dan Jarir bin Abdullah Dan Khuzaymah bin Tsabit. Abu Issa mengatakan hadits Ubadah bin al-Samit adalah hadits yang hasan dan shahih. Al-Syafi’i berkata, “Saya belum pernah mendengar apapun mengenai hal ini.” Bahwa hukuman itu merupakan penebus bagi orang yang melakukannya, adalah sesuatu yang lebih baik dari hadis ini. Al-Syafi’i berkata: “Dan orang yang berbuat maksiat lebih dicintai jika Allah menutupinya.” Dia harus menutupi dirinya dan bertobat dari apa yang ada di antara dia dan Tuhannya. Demikian pula, diriwayatkan dari Abu Bakar dan Omar bahwa mereka memerintahkan seseorang untuk menyembunyikan dirinya
Diriwayatkan oleh
Ubada bin al-Samit (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 17/1439
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 17: Hudud
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait