Jami at-Tirmidzi — Hadis #27608

Hadis #27608
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، عَنْ عَيَّاشِ بْنِ عَبَّاسٍ الْمِصْرِيِّ، عَنْ شُيَيْمِ بْنِ بَيْتَانَ، عَنْ جُنَادَةَ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَ، عَنْ بُسْرِ بْنِ أَرْطَاةَ، قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ "‏ لاَ تُقْطَعُ الأَيْدِي فِي الْغَزْوِ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ ‏.‏ وَقَدْ رَوَى غَيْرُ ابْنِ لَهِيعَةَ بِهَذَا الإِسْنَادِ نَحْوَ هَذَا ‏.‏ وَيُقَالُ بُسْرُ بْنُ أَبِي أَرْطَاةَ أَيْضًا ‏.‏ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْهُمُ الأَوْزَاعِيُّ لاَ يَرَوْنَ أَنْ يُقَامَ الْحَدُّ فِي الْغَزْوِ بِحَضْرَةِ الْعَدُوِّ مَخَافَةَ أَنْ يَلْحَقَ مَنْ يُقَامُ عَلَيْهِ الْحَدُّ بِالْعَدُوِّ فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ مِنْ أَرْضِ الْحَرْبِ وَرَجَعَ إِلَى دَارِ الإِسْلاَمِ أَقَامَ الْحَدَّ عَلَى مَنْ أَصَابَهُ ‏.‏ كَذَلِكَ قَالَ الأَوْزَاعِيُّ ‏.‏
Qutaibah menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah menceritakan kepada kami, atas wewenang Ayyash bin Abbas al-Masri, atas wewenang Shayyam bin Bitan, atas wewenang Junada bin Abi Umayyah, atas wewenang Busr bin Artat berkata: Aku mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tangan tidak boleh dipotong dalam pertempuran.” Abu Issa berkata: Ini adalah hadis yang aneh. Seseorang selain Ibnu Lahi’ah meriwayatkan hal serupa dengan rantai penularan ini. Dikatakan pula bahwa Busr bin Abi Artat juga disebutkan. Hal ini ditindaklanjuti oleh beberapa orang. Para ahli ilmu, termasuk Al-Awza’i, tidak berpendapat bahwa hukuman itu harus dilakukan pada saat penyerangan di hadapan musuh, karena takut orang yang dihukum akan dihukum. Dengan musuh, maka ketika Imam meninggalkan tanah perang dan kembali ke wilayah Islam, dia menjatuhkan hukuman kepada siapa pun yang menyakitinya. Inilah yang dikatakan Al-Awza'i.
Diriwayatkan oleh
Busr bin Artah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 17/1450
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 17: Hudud
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait