Al-Adab Al-Mufrad — Hadis #47465
Hadis #47465
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ الْمُؤَذِّنُ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَوْفٌ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ عُتَيِّ بْنِ ضَمْرَةَ قَالَ: رَأَيْتُ عِنْدَ أُبَيٍّ رَجُلاً تَعَزَّى بِعَزَاءِ الْجَاهِلِيَّةِ، فَأَعَضَّهُ أُبَيٌّ وَلَمْ يُكْنِهِ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ أَصْحَابُهُ، قَالَ: كَأَنَّكُمْ أَنْكَرْتُمُوهُ؟ فَقَالَ: إِنِّي لاَ أَهَابُ فِي هَذَا أَحَدًا أَبَدًا، إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: مَنْ تَعَزَّى بِعَزَاءِ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَعِضُّوهُ وَلا تَكْنُوهُ.
Utsman al-Mu’adhdhin meriwayatkan kepada kami, beliau berkata: Awf meriwayatkan kepada kami, berdasarkan riwayat al-Hasan, berdasarkan riwayat Utai bin Damra, yang berkata: Aku melihat bersama ayahku seorang laki-laki yang sedang dihibur oleh seorang yang sedang berduka. Pada masa pra-Islam, ayahku menggigitnya tetapi dia tidak memakannya, maka para sahabatnya memandangnya dan berkata: Seolah-olah kamu mengingkarinya? Lalu dia berkata: Saya tidak takut padanya. Ini sama sekali bukan siapa-siapa. Saya mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: Barangsiapa terhibur dengan ucapan belasungkawa di masa pra-Islam, maka berbaik hatilah padanya dan jangan bangga padanya.
Sumber
Al-Adab Al-Mufrad # 41/963
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 41: Bab 41