Jami at-Tirmidzi — Hadis #27350
Hadis #27350
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ شَبِيبٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ النَّاسُ وَالرَّجُلُ يُطَلِّقُ امْرَأَتَهُ مَا شَاءَ أَنْ يُطَلِّقَهَا وَهِيَ امْرَأَتُهُ إِذَا ارْتَجَعَهَا وَهِيَ فِي الْعِدَّةِ وَإِنْ طَلَّقَهَا مِائَةَ مَرَّةٍ أَوْ أَكْثَرَ حَتَّى قَالَ رَجُلٌ لاِمْرَأَتِهِ وَاللَّهِ لاَ أُطَلِّقُكِ فَتَبِينِي مِنِّي وَلاَ آوِيكِ أَبَدًا . قَالَتْ وَكَيْفَ ذَاكَ قَالَ أُطَلِّقُكِ فَكُلَّمَا هَمَّتْ عِدَّتُكِ أَنْ تَنْقَضِيَ رَاجَعْتُكِ . فَذَهَبَتِ الْمَرْأَةُ حَتَّى دَخَلَتْ عَلَى عَائِشَةَ فَأَخْبَرَتْهَا فَسَكَتَتْ عَائِشَةُ حَتَّى جَاءَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَأَخْبَرَتْهُ فَسَكَتَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم حَتَّى نَزَلَ الْقُرْآنُ : ( الطَّلاَقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ ) قَالَتْ عَائِشَةُ فَاسْتَأْنَفَ النَّاسُ الطَّلاَقَ مُسْتَقْبَلاً مَنْ كَانَ طَلَّقَ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ طَلَّقَ .
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، نَحْوَ هَذَا الْحَدِيثِ بِمَعْنَاهُ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَائِشَةَ . قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ يَعْلَى بْنِ شَبِيبٍ .
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Ya’la bin Shabib meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Hisyam bin Urwa, atas wewenang ayahnya, atas wewenang Aisyah, dia berkata: “Orang-orang dan laki-laki itu akan menceraikannya. Dia tidak ingin menceraikan istrinya ketika dia menjadi istrinya jika dia mengambilnya kembali saat dia dalam masa penantian, bahkan jika dia menceraikannya seratus kali atau lebih sampai dia berkata Seorang laki-laki Kepada istrinya, demi Allah, aku tidak akan menceraikanmu agar kamu tidak berpisah dariku, dan aku tidak akan pernah menampungmu. Dia berkata, “Dan bagaimana?” Dia berkata, “Saya akan menceraikanmu kapan pun masa tunggumu hampir berakhir.” Aku sudah memeriksanya denganmu. Maka wanita itu pergi menemui Aisha dan memberitahunya, namun Aisha tetap diam sampai Nabi Muhammad SAW datang. Jadi dia memberitahunya, tapi Nabi, sallallahu 'alaihi wa sallam, tetap diam sampai Al-Qur'an diturunkan: (Perceraian itu dua kali, lalu ditahan dengan kebaikan atau dilepaskan dengan kebaikan.) Kata Aisha. Maka orang-orang melanjutkan talak di kemudian hari, baik yang sudah talak maupun yang belum. Abu Kuraib memberitahu kami, Abd memberitahu kami. Allah bin Idris, atas wewenang Hisyam bin Urwa, atas wewenang bapaknya, mirip dengan hadis ini maknanya, namun beliau tidak menyebutkan di dalamnya wewenang Aisyah. Abu berkata Isa, dan ini lebih benar dari hadis Ya’la bin Shabib.
Diriwayatkan oleh
Hisham bin Urwah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 13/1192
Tingkat
Daif
Kategori
Bab 13: Talak dan Li'an