Jami at-Tirmidzi — Hadis #26315

Hadis #26315
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، وَأَبِي، سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنِ الصَّلاَةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ وَفِي الْبَابِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَأَبِي ذَرٍّ وَابْنِ عُمَرَ وَالْمُغِيرَةِ وَالْقَاسِمِ بْنِ صَفْوَانَ عَنْ أَبِيهِ وَأَبِي مُوسَى وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَنَسٍ ‏.‏ قَالَ وَرُوِيَ عَنْ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي هَذَا وَلاَ يَصِحُّ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ ‏.‏ وَقَدِ اخْتَارَ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ تَأْخِيرَ صَلاَةِ الظُّهْرِ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ وَهُوَ قَوْلُ ابْنِ الْمُبَارَكِ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَاقَ ‏.‏ قَالَ الشَّافِعِيُّ إِنَّمَا الإِبْرَادُ بِصَلاَةِ الظُّهْرِ إِذَا كَانَ مَسْجِدًا يَنْتَابُ أَهْلُهُ مِنَ الْبُعْدِ فَأَمَّا الْمُصَلِّي وَحْدَهُ وَالَّذِي يُصَلِّي فِي مَسْجِدِ قَوْمِهِ فَالَّذِي أُحِبُّ لَهُ أَنْ لاَ يُؤَخِّرَ الصَّلاَةَ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَمَعْنَى مَنْ ذَهَبَ إِلَى تَأْخِيرِ الظُّهْرِ فِي شِدَّةِ الْحَرِّ هُوَ أَوْلَى وَأَشْبَهُ بِالاِتِّبَاعِ وَأَمَّا مَا ذَهَبَ إِلَيْهِ الشَّافِعِيُّ أَنَّ الرُّخْصَةَ لِمَنْ يَنْتَابُ مِنَ الْبُعْدِ وَالْمَشَقَّةِ عَلَى النَّاسِ فَإِنَّ فِي حَدِيثِ أَبِي ذَرٍّ مَا يَدُلُّ عَلَى خِلاَفِ مَا قَالَ الشَّافِعِيُّ ‏.‏ قَالَ أَبُو ذَرٍّ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي سَفَرٍ فَأَذَّنَ بِلاَلٌ بِصَلاَةِ الظُّهْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ يَا بِلاَلُ أَبْرِدْ ثُمَّ أَبْرِدْ ‏"‏ ‏.‏ فَلَوْ كَانَ الأَمْرُ عَلَى مَا ذَهَبَ إِلَيْهِ الشَّافِعِيُّ لَمْ يَكُنْ لِلإِبْرَادِ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ مَعْنًى لاِجْتِمَاعِهِمْ فِي السَّفَرِ وَكَانُوا لاَ يَحْتَاجُونَ أَنْ يَنْتَابُوا مِنَ الْبُعْدِ ‏.‏
Qutaibah meriwayatkan kepada kami, Al-Layth meriwayatkan kepada kami, atas wewenang Ibnu Shihab, atas wewenang Sa'id bin Al-Musayyab, dan ayahku, Salamah, atas wewenang Abu Hurairah, Rasulullah SAW, bersabda: Beliau bersabda: “Bila panas terik, maka hindarilah shalat, karena teriknya panas tersebut berasal dari bau Neraka.” Katanya, dan di bab tentang wewenang ayahku Sa`id, Abu Dharr, Ibnu Umar, Al-Mughirah, dan Al-Qasim bin Safwan atas wewenang ayahnya, Abu Musa, Ibnu Abbas, dan Anas. Dia berkata, dan itu diriwayatkan atas wewenang Umar. Berdasarkan otoritas Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, ini tidak otentik. Abu Issa berkata: Hadits Abu Hurairah adalah hadits yang baik dan shahih. Sekelompok orang dari masyarakat Ilmu menunda salat zuhur di cuaca yang terik adalah pendapat Ibnu al-Mubarak, Ahmad, dan Ishaq. Al-Syafi’i berkata: “Itu hanyalah pendinginan.” Dengan shalat zuhur, jika di masjid yang umatnya diganggu dari jarak jauh, maka adapun orang yang shalat sendirian dan orang yang shalat di masjid umatnya, maka aku mencintainya. Ia tidak boleh menunda shalat di cuaca yang sangat panas. Abu Issa berkata: Yang dimaksud dengan orang yang berpikir untuk menunda shalat zuhur di cuaca yang sangat panas adalah lebih baik. Lebih mirip dengan mengikuti. Adapun yang dipegang oleh Syafi’i, bahwa kelonggaran itu bagi orang yang kesusahan karena jarak dan kesusahan bagi manusia, dalam hadis Abu Tidak ada bukti yang bertentangan dengan apa yang dikatakan Al-Syafi’i. Abu Dharr berkata: Kami bersama Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, dalam perjalanan, dan Bilal menyerukan shalat Dzuhur. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wahai Bilal, tenangkan dirimu, lalu dinginkan.” Seandainya hal tersebut sesuai dengan keyakinan Syafi’i, maka hal tersebut tidak akan terjadi. Pendinginan saat itu memiliki makna pertemuan mereka di perjalanan dan tidak perlu diganggu oleh jarak.
Diriwayatkan oleh
Abu Hurairah (RA)
Sumber
Jami at-Tirmidzi # 2/157
Tingkat
Sahih
Kategori
Bab 2: Shalat
Hadis Sebelumnya Lihat Semua Hadis Hadis Berikutnya

Hadis Terkait