Muwaththa Malik — Hadis #35343
Hadis #35343
وَحَدَّثَنِي عَنْ مَالِكٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، أَنَّ أَبَاهُ، كَانَ يَنْحَرُ بُدْنَهُ قِيَامًا . قَالَ مَالِكٌ لاَ يَجُوزُ لأَحَدٍ أَنْ يَحْلِقَ رَأْسَهُ حَتَّى يَنْحَرَ هَدْيَهُ وَلاَ يَنْبَغِي لأَحَدٍ أَنْ يَنْحَرَ قَبْلَ الْفَجْرِ يَوْمَ النَّحْرِ وَإِنَّمَا الْعَمَلُ كُلُّهُ يَوْمَ النَّحْرِ الذَّبْحُ وَلُبْسُ الثِّيَابِ وَإِلْقَاءُ التَّفَثِ وَالْحِلاَقُ لاَ يَكُونُ شَىْءٌ مِنْ ذَلِكَ يُفْعَلُ قَبْلَ يَوْمِ النَّحْرِ .
Yahya menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwa bahwa ayahnya selalu menyembelih hewan korbannya ketika sedang berdiri. Malik berkata, "Tiada seorang pun dibenarkan mencukur kepalanya sehingga dia telah menyembelih binatang korbannya, dan tidak seorang pun harus berkurban sebelum subuh pada hari korban. Perkara-perkara yang harus dilakukan pada hari qurban ialah menyembelih, memakai pakaian, menyikat badan secara umum (at-tafath) dan mencukur kepala, dan tidak boleh dilakukan sebelum hari korban.
Sumber
Muwaththa Malik # 20/888
Gred
Maqtu Sahih
Kategori
Bab 20: Haji